Widiana’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BEDA ANTARA SUKA, CINTA DAN SAYANG April 15, 2008

Filed under: Bout Love — widiana @ 12:52 pm

Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah

Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya
suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat

Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau cintai, matamu berkaca-kaca

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam

Dihadapan orang yang kau sukai,
kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya

Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
rasa suka dimulai dari telinga
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,
cukup dengan menutup telinga.

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari
orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
jarak waktu yang cukup lama.

“Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada
perasaan yang lebih mendalam.
Yaitu rasa sayang…. rasa yang tidak hilang
secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.

Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.
Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.

Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan.

 

Rapid Multiplex Nested PCR for Detection of Respiratory Viruses April 15, 2008

Filed under: PCR — widiana @ 10:06 am

Penyakit infeksi saluran pernafasan akut masih menjadi masalah kesehatan di dunia khususnya di Indonesia. Meskipun dapat sembuh sendiri pada orang sehat, penyakit ini dapat menyebabkan hilangnya produktivitas dan menyebabkan kesakitan dan kematian pada usia lanjut. Infeksi saluran pernafasan akut seringkali disebabkan oleh beberapa virus, terutama virus influenza yang merupakan penyebab utama, dan human Respiratory Syncytial Virus (hRSV) yang kasusnya makin banyak dijumpai.

Banyak studi yang telah dikembangkan untuk mendeteksi virus-virus pada saluran pernafasan diantaranya adalah multiplex Nested PCR, reverse transcription (RT)-PCR atau real-time PCR. PCR merupakan salah satu cara untuk memperbanyak fragmen DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) spesifik secara enzimatik in vitro. Proses PCR menggunakan DNA template (mengandung fragmen DNA yang akan diamplifikasi), dua primer (menentukan daerah awal dan akhir dari DNA yang diamplifikasi), DNA polymeras, Deoxynukleotida-trifosfat, buffer (memberikan kondisi kimia yang cocok untuk DNA polymerase) dan sepasang oligonukleotida primer yang akan menghibridisasi rantai unggal dari arah yang berlawanan dengan DNA target.

Nested PCR (N-PCR) adalah suatu metode baru yang dikembangkan untuk dapat mengevaluasi dan mendeteksi virus. Nested PCR dikembangkan karena infeksi pada saluran pernafasan disebabkan oleh jenis virus yang sangat heterogen. Nested PCR dapat mendeteksi 21 jenis virus penyebab infeksi gangguan pernafasan diantaranya adalah virus influenza A (FluA) yang terdiri dari H1N1, H3N2, dan H5N1; virus influenza B (FluB); parainfluenza virus (PIV) tipe 1, 2, 3, 4a dan 4b; respiratory syncytial virus (hRSV) A and B; human rhinoviruses (hRVs); human enteroviruses (hEVs) ; human coronaviruses (HCoV-229E, HCoV-OC43); severe acute respiratory syndrome coronavirus; human metapneumoviruses; Mycoplasma pneumoniae; Chlamydophila pneumoniae; Legionella pneumophila dan adenoviruses (ADV-A sampai F). Pengujian multiplex nested PCR terdiri dari lima kelompok uji dimana masing-masing kelompok multiplex nested PCR mendeteksi empat sampai lima virus.

Keuntungan multiplex Nested PCR adalah mempunyai durasi yang lebih cepat dalam mendeteksi virus yaitu selama 35 menit. Metode ini lebih cepat dibandingkan metode konvesional lain seperti isolasi virus dan immunofluorescent test assay (IFA). Dari hasil tes menunjukkan bahwa multiplex Nested PCR lebih spesifik dan lebih sensitif untuk mendeteksi virus. Ini terbukti dengan melihat hasil perbandingan tes berikut :

No.

Metode

CI

Rincian

Hasil Keseluruhan

Satuan

1.

Multiplex Nested PCR

95

42,9-54,1

48,5

%

2.

Isolasi virus

95

15,6-24,6

20,1

%

3.

Immunofluorescent Test Assay

95

9,7-17,4

13,5

%

Hasil tes tersebut menunjukkan dan membuktikan bahwa multiplex Nested PCR lebih spesifik. Keuntungan lainnya yaitu multiplex Nested PCR tidak hanya mendeteksi cultivatable virus tapi juga virus yang tergolong noncultivatable, particularly rhinoviruses, coronavirus OC43, dan metapneumoviruses. Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari studi ini yaitu bahwa multiplex Nested PCR lebih menguntungkan dibandingkan dua metode konvensional lain yaitu isolasi virus dan Immunofluorescent Test Assay. Selain itu secara diagnosa multiplex Nested PCR lebih peka untuk mendeteksi gangguan virus-virus pada saluran pernafasan.

 

NjajaL euiy! April 10, 2008

Filed under: Uncategorized — widiana @ 4:32 am

ini cuman njajaL…

BoLe mbo…???

Hueheheheheeeeee”…

 

Hello world! March 6, 2008

Filed under: Uncategorized — widiana @ 3:57 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.